Hasil & Pembahasan Praktikum :
Di praktikum ke-6 ini akan membahas tentang mikrotik. Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis perangkat lunak (software) yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Mikrotik juga menggunakan sistem operasi berbasis linux dan menjadi dasar network router. Sistem operasi ini sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar. Mikrotik sendiri merupakan nama perusahaan kecil yang berkantor di pusat negara Latvia, dan dibentuk oleh John Trully serta Arnis Riekstins. Beberapa fungsi mikrotik diantaranya, memberikan sistem otentikasi, konfigurasi jaringan lokal, dan pengelolaan sistem jaringan internet.
Prosedur Praktikum :
1. Langkah pertama tekan tombol reset bersamaan dengan tombol power, sampai lapunya berkedip.
2. Lalu masukkan kabel yang terhubung dengan laptop ke port 2.
3. Buka aplikasi winbox dan klik neighbors lalu refresh, jika muncul MAC Address klik MAC Address nya lalu klik connect.
4. Kemudian masuk ke bagian IP, lalu Addresses dan masukkan Address “192.168.88.1” dan pilih interface ether2.
5. Lalu masukkan kabel yang terhubung ke interner ke port 1. Selanjutnya pada bagian IP, masuk ke bagian DHCP Client pilih pada interface ether1 lalu klik “Apply” dan “OK”.
6. Pastikan statusnya “bound” seperti ini.
7. Kemudian masuk IP, lalu masuk pada bagian DNS, masukkan server 8.8.8.8 kemudian contreng “Allow Remote Requests” dan klik “Apply” lalu “OK”.
8. Selanjutnya masuk bagian New Terminal dan ketik “ping 8.8.8.8”. Jika berhasil maka akan seperti ini.
9. Untuk membagikan IP Address kepada client maka perlu untuk mengaktifkan fungsi DHCP Server dengan cara masuk pada bagian IP, lalu masuk ke DHCP server, lalu klik DHCP Setup, pilih DHCP Server interface port yang sama dengan port yang dimasukkan IP sebelumnya. Lalu DHCP Space ikuti default, Gateaway for DHCP Network ikuti default, lalu Address to Give out akan terisi otomatis, lalu DNS Server masukkan 8.8.8.8, lalu Lease Time klik next, maka setting DHCP telah selesai.
10. Selanjutnya setting firewall agar client bisa mengakses DHCP Server. Pada bagian IP masuk ke Firewall, kemudian masuk pada tab NAT. Lalu pada bagian General, di bagian Chain pilih “srcnat”, dan pilih ether1 pada Out Interface. Kemudian pada bagian Action pilih “masquerade”, lalu klik “Apply” lalu “OK”.
11. Pada perangkat yang kita gunakan untuk melakukan konfigurasi masuk ke Network and Internet, lalu Network Connections kemudian klik dua kali pada Ethernet, lalu masuk pada Details untuk mengecek apakah perangkat sudah mendapat IP yang dibagikan oleh Mikrotik. Jika belum, disablekan lalu enable kan kembali. Dan pastikan pada bagian properties Ethernet menerima IP secara automatically.
12. Langkah terakhir yaitu lakukan ping public, jika berhasil maka konfigurasi dasar Mikrotik telah berhasil dan sudah dilakukan.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Sering keluar masuk dari aplikasi winbox, solusinya pastikan koneksi stabil dan juga pastikan kabel LAN yang tersambung terpasang dengan rapat.
2. Saat mereset mikrotik sering gagal karena tombol resetnya sangat kecil, solusinya gunakan jarum atau pulpen untuk menekan tombolnya.
Kesimpulan Percobaan :
1. Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis perangkat lunak (software) yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan.
2. Kita bisa melakukan setting mikrotik pada aplikasi winbox.
Comments
Post a Comment