Praktikum 5 - Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

 Hasil & Pembahasan Praktikum :

Pada pertemuan praktikum ke-5 ini membahas tentang VLAN dan web server. Pada sebuah jaringan yang menggunakan switch terdapat VLAN atau Virtual Local Area Network. Dalam VLAN satu perangkat switch dapat digunakan untuk kebutuhan beberapa jaringan sekaligus, dalam jaringan VLAN switch akan membagikan suatu data sesuai dengan kemana data itu seharusnya dikirimkan, tanpa menyebarkan ke semua jaringan. Web server adalah suatu perangkat yang dapat memberikan layanan. Fungsinya yaitu untuk menerima permintaan HTTP dari klien atau yang biasa disebut dengan web browser.


Prosedur Praktikum : 

1. Letakkan 2 server, 8 PC, 1 switch, dan 1 router. Lalu hubungkan dengan menggunakan kabel straight. Buat menjadi 2 jaringan vlan 100 dan vlan 200.


2. Masukkan IP address pada masing-masing server, subnetmask, default gateaway, dan DNS seperti ini.




3. Kemudian masuk ke bagian service, lalu DHCP dan atur konfigurasinya seperti ini.



4. Kemudian lakukan konfigurasi CLI pada switch untuk memberikan nama VLAN nya, seperti vlan 100 name net_a dan vlan 200 name net_b.



5. Masih pada CLI di switch, lakukan interface fa0/1 sampai fa0/5 (sesuaikan dengan jumlah port yang terhubung) dengan “switchport access vlan 100” (sesuaikan dengan vlan yang ingin dihubungkan).


6. Lalu lakukan juga pada vlan 200, interface fa0/6 sampai 0/10 dengan “switchport access vlan 200”.



7. Kemudian klik router lalu konfigurasi CLI, ketik “interface fa0/0.100” enter lalu ketik “encapsulation dot1q 100” kemudian enter, lalu ketik “ip add 192.168.10.1 255.255.255.0” lalu enter. Lakukan juga pada vlan 200, ketik “interface fa0/0.200” enter lalu ketik “encapsulation dot1q 200” kemudian enter, lalu ketik “ip add 192.168.12.1 255.255.255.0” lalu enter. Lalu exit dan jangan lupa untuk mengetik “no sh”.


8. Selanjutnya fa pada switch yang terhubung ke router pindahkan ke mode trunk.


9. Kemudian atur masing-masing PC ke DHCP seperti ini.


10. Selanjutnya lakukan tes ping antar jaringan. Jika berhasil maka akan seperti ini.


11. Kemudian masuk ke server pada bagian services lalu DNS, klik on masukkan nama dan adress seperti ini. Dan atur juga pada jaringan yang satunya.


12. Lalu masih pada bagian services masuk ke HTTP, import gambar (usahakan ukuran gambar jangan terlalu besar).


13. Kemudian klik edit pada index.html dan atur seperti ini.


14. Selanjutnya masuk ke dekstop lalu web browser, dan masukkan URL nya yaitu nama seperti yang kita masukkan pada bagian service lalu DNS (lana.com). Berikut adalah hasilnya.


Diagnosa dan Troubleshooting Masalah : 

1. Saat mengimport foto, foto yang dipakai ukurannya terlalu besar sehingga terjadi oversize. Solusinya adalah perkecil ukuran foto yang ingin di import.
2. Saat melakukan konfigurasi CLI pada router tetapi saat selesai routernya tidak terhubung ke switch. Solusinya saat selesai melakukan konfigurasi CLI pada router jangan lupa mengetik “no sh”.


Kesimpulan Percobaan : 

1. VLAN di dalam satu perangkat switch dapat digunakan untuk kebutuhan beberapa jaringan.
2. Web server dapat memberikan layanan, dan berfungsi untuk menerima permintaan HTTP dari klien.












Comments

Popular posts from this blog

Praktikum 4 - Pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer

Praktikum 3 - Jaringan Client-Server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer

Praktikum 6 - Mikrotik